BusinessNewsPopularRecommended

Dari Kerang Jadi Uang Ala Muhammad Irfan Ma’arif

0

Saat teman-teman sebayanya sedang senang-senangnya menjajal atau mengabadikan segala jenis jajanan kekinian seperti, Mifan malah merintis usaha salah satu jajanan tersebut, yaitu kerang. Pemilik yang mempunyai nama lengjap Muhammad Irfan ini masih menempuh studi S1 di UPN Yogyakarta jurusan Ilmu Komunikasi semester 4. Sejak September 2018 lalu, Ia mulai merintis usaha kuliner yang bernama Kerang Sang Raja di Yogyakarta, outletnya kini sudah bercabang menjadi 9.

Cowok yang berasal dari Pati, Jawa Tengah ini sudah tinggal di Yogyakarta sejak memulai SMP, ternyata pintu rejeki mendapatkan tempat pendidikan hingga menjalankan usaha juga di kota Pelajar ini. Tapi jangan salah membayangkan sosok Mifan sebagai remaja yang kaku dan penuh kedisiplinan ya Liners, meski seorang Entrepeneur muda dirinya tetap Mifan yang hobi mendaki gunung dan suka bercerita. Masa kecil Mifan adalah siswa yang pemalas juga sering bolos sekolah, bahkan sejak SD hingga SMA Ia selalu mengalami drop out dari pihak sekolah, artinya Ia harus pindah ke sekolah lain agar bisa naik kelas. “selalu kena drop out dulu, SD 4 kali, SMP 1 kali, SMA juga 1 kali. Karena emang nggak suka diatur jadinya bolos, makan, tidur di kelas. Mungkin nilai akhlak atau apa jadi negatif, tapi dulu nakalnya nggak sampai ngerokok” ujar anak sulung dari 3 bersaudara ini.

Terlalu susahnya diatur oleh sang guru, Mifan sampai mendapat kecaman “nggak bakal sukses anak yang mainnya sama Mifan” dari salah satu gurunya. Bukannya sedih ia malah semakin cuek dan mulai menjajal bisnis seperti agen travel dan olahan cumi-cumi. Sejak percobaan itulah, Mifan jadi hobi berbisnis hingga sempat menolak untuk masuk kuliah, “awalnya kuliah buat formalitas aja sebagai bakti ke orang tua, kan mereka juga pasti pengen pendidikan anaknya terpenuhi, tapi makin kesini ternyata kuliahku malah support banget di dunia bisnis, Ilmu Komunikasi itu kan ada public speaking, marketing, kewirausahaan gitu. Yaa nggak jadi nyesel” imbuhnya.

Mahasiswa yang kini berumur 20 tahun ini memilih berbisnis jajanan makanan laut karena terinspirasi dari sang Ayah yang menjadi supplier makanan laut segar, mulanya ia berbisnis cumi-cumi yang waktu itu sedang menjadi tren yang banyak diburu banyak orang, tapi ternyata tak berlangsung lama tren itu turun, dan pelanggan cumi-cumi Mifan juga ikut sepi. Tidak cuma sekali kegagalannya membangun bisnis ini, total sudah ia alami sebanyak 8 kali.

Bagi Mifan, meski usahanya kerap gagal, tapi tidak menyurutkan semangatnya buat mencoba berkarya lagi. “ya gimana ya, kalo udah terbiasa gagal itu pasti pengen coba-coba terus.”paparnya. Dari situ Ia berpikir untuk berbisnis kerang yang menurutnya kerang bukanlah suatu tren, karena masih banyak toko-toko kerang yang ramai di berbagai daerah.

RELASI ITU UTAMA

Hal yang disaluti dari Mifan adalah meski sibuk banget tapi tidak terus meninggalkan statusnya sebagai mahasiswa, baginya membangun relasi yang baik di lingkaran kampusnya atau bisnisnya itu sangat penting, bahkan Ia juga bisa menggaet guru SMA untuk bekerja sama sebagai investor dalam bisnisnya. Tidak sampai disitu, berkat kesibukan bisnisnya di luar kampus bisa mendapat nilai positif dari dosennya,”pernah ada dosen yang baik banget, aku nggak ikut uas tapi bisa dapat nilai B+, mungkin beliau menghargai kalo di luar itu udah ada karyanya gitu,”paparnya.

Berkali-kali membangun bisnis ternyata menjadi cambuk bagi Mifan untuk terus berkarya, saat ini orientasinya terhadap omzet sudah ia gunakan untuk biaya hidup, biaya kuliah, bahkan membeli mobil sendiri, nggak sampai disitu ia juga terus memutar uangnya untuk membangun bisnis-bisnis selanjutnya seperti digital marketing, menambah cabang, dan membangun restoran.

Tidak ingin pengalamannya hanya dinikmati sendiri, ia ingin orang lain juga bisa mencapai kesuksesan yang ia rasakan. Saat ini Mifan juga mulai mendirikan start up bernama Eskalator yang fokus untuk mempertemukan pebisnis yang sudah mulai bangkrut dengan investor yang punya kesamaan ide untuk membangun bisnis. “Ini mimpi sederhana aja, kalo 1 mahasiswa berani memulai usaha dan punya 2 karyawan. Maka 1000 mahasiswa bisa membuka 2000 lowongan pekerjaan loh, dan setidaknya itu bisa menurunksn angka pengangguran di Indonesia.” tutupnya.

Ida Setyaningsih

Lewati Drama Adu Penalti, Liverpool Sukses Pesta di Istanbul

Previous article

Greysia/Apriyani Kembali Bawa Pulang Medali Perunggu Kejuaraan Dunia 2019

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *