Lifestyle

Tertarik Menjadi Barista Paruh Waktu? Pahami Hal Dasar Ini!

Barista dan kopi
0

ALINEA – Sudah menjadi hal yang tidak asing lagi jika ada mahasiswa yang menyisihkan waktunya untuk kerja di luar jam kuliah. Hal tersebut dilakukan karena berbagai alasan, bisa untuk mengisi waktu luang atau bahkan meringankan beban orang tua. Menjadi peracik kopi atau barista adalah salah satu pekerjaan yang cocok untuk dijadikan kegiatan tambahan bagi para kawula muda.

Jangan khawatir bagi Liners yang belum memiliki pengalaman di dunia kopi, karena ada beberapa kedai kopi yang menerima pelamar yang belum pernah bekerja sebagai barista. Maka dari itu selain CV yang menarik, setidaknya pengetahuan dasar tentang kopi harus Liners miliki. Salah satunya adalah tentang biji kopi itu sendiri. Berikut perbedaan dua biji kopi yang umum digunakan di kedai kopi, dikutip dari Magys Coffee.

1. Arabica

Sumber: kopitop.com

Coffeea arabica atau dikenal dengan kopi arabika ini adalah jenis kopi yang dapat tumbuh dengan subur di semua daerah dataran tinggi di Indonesia.

Bentuk biji kopi arabika lonjong dan agak pipih, lebih besar dari biji kopi robusta.

Untuk segi rasa kopi arabika ini kaya akan rasa, walaupun didominasi dengan hint fruity dan flowery. Kopi arabika ini memiliki kandungan asam dan gula, serta kafein yang lebih tinggi dari pada kopi robusta, yaitu antara 0,8% sampai 1,4%.

Barista sedang meracik kopi dengan metode V60
Pembuatan kopi dengan metode V60
Sumber: Instagram (@ivananjas)

Kopi ini cocok untuk Liners yang tidak terlalu suka minuman manis, dapat dihidangkan dengan metode V60 (salah satu metode pembuatan kopi secara manual) yang menciptakan sensasi after taste yang unik, tergantung dari mana biji kopi itu berasal.

2. Robusta

Sumber: 8villages.com

Coffeea canephora atau kopi robusta adalah biji kopi dengan ketahanan akan hama yang cukup kuat. Sesuai dengan namanya robust yang artinya kuat.

Dari sisi rasa, ketika kopi arabika diminum kopi tersebut terasa kental atau bold. Rasa yang dominan dari kopi robusta adalah nutty dan chocolatey. Kopi robusta memiliki kandungan kafein sebesar 1,8% hingga 4%.

Penyajian kopi dengan metode Vietnam Drip
Sumber: eatlittlebird.com

Dengan rasanya yang nutty dan chocolatey, kopi robusta sangat cocok dihidangkan dengan tambahan SKM (susu kental manis) atau dibuat dengan metode Vietnam Drip (metode pembuatan kopi manual dengan menambahkan SKM dan bubuk kopi yang diletakkan di alat khusus).

Baca juga: Menarik, Ekstrak Bunga ini Bisa Diseduh menjadi Teh Nikmat

Barista profesional Vikri Rahardja dalam laman Instagram-nya menyebutkan bahwa dengan tidak adanya pengalaman bukanlah sebuah halangan.

Ia mengajak orang-orang yang ingin menjadi barista, tetapi belum punya pengalaman bisa belajar dasar kopi secara autodidak lewat video tutorial yang ada di YouTube (teknik menyeduh) misalnya.

Lalu, mencari kenalan “orang dalem. Perbanyak ngobrol dengan barista atau bahkan jika beruntung, dengan bosnya di kedai yang dituju.

Terakhir, tidak salah untuk mengikuti sekolah barista, karena di sana selain menambah pengalaman, Liners juga bisa memiliki relasi.

Untuk Liners yang sangat ingin memiliki pekerjaan di kedai kopi, bisa cek Instagram di @jobarista.id, @baristajobfair, @loker_baristaindonesia, dan khusus untuk Jogja dan sekitarnya bisa dicek di @baristajob.jogja.

Bagaimana? Tertarik?

(Ricky Setianwar)

Ricky Setianwar
Mahasiswa Manarita yang belakangan suka menulis pengalaman atau keresahan pribadi lewat tulisan yang berima; bukan sebuah puisi juga bukan sebuah lirik.

Rapat Kerja Online BEM, HIMA, UKM 2020 Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta

Previous article

Memaknai Bela Negara di Masa Pandemi

Next article

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login/Sign up