Suasana pelepasan lampion Waisak Nasional 2026 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Minggu (31/5/2026). (Sumber : KOMPAS.com/Inten Esti Pratiwi)
Penulis: Azar Amalanisa Syafir
Rangkaian perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE tahun 2026 di Indonesia berlangsung dengan penuh khidmat, kedamaian, dan kemeriahan. Salah satu agenda utama yang menarik perhatian dunia tahun ini adalah program “Indonesia Walk for Peace 2026”. Program ini mengusung misi perdamaian internasional melalui tradisi spiritual Thudong, yaitu ritual berjalan kaki jarak jauh oleh para biksu sebagai bentuk latihan disiplin, hidup sederhana, dan pengendalian diri.
Perjalanan Thudong kali ini diikuti oleh para biksu dari berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia. Rute spiritual ini dimulai dari Pulau Bali dan melintasi jalur darat Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga berakhir di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama beberapa pekan berjalan kaki menjelang puncak Waisak, para biksu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta sambutan hangat dari masyarakat di sepanjang rute yang memberikan makanan, minuman, dan kebutuhan dasar lainnya. Kegiatan ini memperlihatkan kolaborasi nyata serta simbol persaudaraan yang kuat lintas negara dan lintas agama.
Selain ritual Thudong, rangkaian kegiatan perayaan Waisak Nasional tahun ini juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti kirab budaya, meditasi bersama, pindapata, dan aksi donor darah. Seluruh rangkaian acara tersebut didukung penuh oleh masyarakat dan pemerintah sebagai wujud tingginya rasa toleransi dan kemanusiaan di Indonesia.
Ribuan Lampion Terbangkan Doa dan Harapan di Borobudur
Sebagai pusat perayaan Waisak Nasional dan situs warisan dunia UNESCO sejak 1991, Candi Buddha terbesar di dunia ini kembali memadati ribuan pengunjung. Puncak dari seluruh rangkaian perayaan ditutup dengan Festival Lampion yang sangat dinanti-nantikan pada Minggu (31/5/2026) malam.
Ribuan lampion diterbangkan ke langit kawasan Candi Borobudur setelah umat Buddha menyelesaikan seluruh prosesi ritual ibadah dan doa bersama. Suasana malam yang awalnya hening penuh refleksi spiritual seketika berubah menjadi pemandangan yang sangat memukau dan meriah ketika cahaya-cahaya lampion mulai memenuhi langit malam.
Festival ini tidak hanya diikuti oleh umat Buddha, tetapi juga dipadati oleh ribuan wisatawan domestik hingga mancanegara, serta masyarakat umum yang ingin menyaksikan langsung atraksi ikonik tersebut. Lampion-lampion yang dilepaskan ke angkasa ini bukan sekadar pemandangan indah untuk diabadikan, melainkan simbol dari untaian doa, harapan, dan perdamaian bagi seluruh umat manusia. Melalui kesuksesan acara yang berjalan dengan aman dan tertib ini, Borobudur semakin memperkuat citranya di mata dunia sebagai pusat wisata religi, budaya, dan spiritual tingkat internasional.
#StraightNews #Waisak2026 #Borobudur #WalkForPeace