Suasana Desa Wota Wati yang terletak di Lembah Bengawan Solo Purba Gunungkidul (sumber : jogjaprov.go.id)
Jika mencari destinasi yang menawarkan ketenangan mutlak sekaligus cerita sejarah yang kuat, Dusun Wota Wati di Kelurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul bisa menjadi pilihan tepat. Desa wisata ini dikenal unik karena memiliki ritme alam yang berbeda dibandingkan dengan wilayah sekitarnya.
Secara geografis, Wota Wati terletak di dalam lembah yang dulunya merupakan jalur aliran Bengawan Solo Purba jutaan tahun lalu. Karena lokasinya diapit oleh perbukitan karst yang menjulang tinggi, warga di sini mengalami fenomena alam yang tidak biasa yakni matahari terbit cenderung lebih lambat dan terbenam jauh lebih cepat karena terhalang tebing perbukitan. Keterpencilan geografis inilah yang justru membuat suasana desa sangat tenang, asri, dan jauh dari kebisingan kota, sehingga cocok untuk tempat melepas penat.
Selain keunikan alamnya, padukuhan tertua di Kalurahan Pucung ini juga menyimpan cerita sejarah yang menarik. Arsitektur rumah-rumah warga di Wota Wati mengadopsi perpaduan corak gaya Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram. Berdasarkan riwayat turun-temurun, keberadaan pemukiman di lembah ini memang berkaitan erat dengan kisah pelarian para bangsawan saat runtuhnya Kerajaan Majapahit.
Lurah Pucung, Estu Dwiyono, menjelaskan bahwa keterbatasan akses menuju Wota Wati di masa lalu justru menjadi nilai tambah tersendiri. Hal tersebut membuat kawasan ini mampu mempertahankan karakter aslinya serta menjaga nilai-nilai kekeluargaan masyarakat yang masih sangat kental. Di sini, wisatawan bisa mencoba pengalaman live in dengan menginap di rumah warga, belajar bertani, beternak, memasak bersama, hingga menjelajahi jejak aliran sungai purba.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta kini tengah mengembangkan Wota Wati sebagai kawasan desa wisata terpadu. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan akses jalan, pembenahan kualitas homestay, serta penyusunan paket wisata yang menarik. Harapannya, pengembangan ini bisa membuat wisatawan semakin betah berkunjung sekaligus membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat di luar sektor pertanian dan peternakan.
Penulis : Azar Amalanisa Syafir
Riset : Irma Mulya Adnandita
#HealingJogja ##DesaAdat #ExploreJogja