BusinessHealthLifestyle

Berkebun, Trend Baru Selama Pandemi COVID-19

0
berkebun dari rumah
Berkebun dari rumah, trend baru di tengah pandemi | Sumber: Alinea, Nunuk Parwati
Berkebun di rumah.
Sumber foto : dok. Nunuk Parwati

ALINEA – Berhari-hari karantina di rumah saat pandemi memunculkan trend hobi baru di kalangan masyarakat, yakni berkebun. Tidak hanya perempuan saja, tak sedikit para pria di berbagai daerah juga turut menekuni hobi ini. Bahkan di Yogyakarta, bertanam menjadi salah satu tugas anak-anak Sekolah Dasar selama pembelajaran daring. Hal ini sebagai praktik mengenalkan ilmu pengetahuan alam dan sosial kepada anak-anak selama di rumah.

Bagi sebagian orang, berkebun menjadi therapy yang murah dan menyenangkan. Misalnya, merawat tanaman sambil berjemur di pagi hari bisa menghilangkan stres. Berbagai pilihan jenis tanaman pun bisa mudah tumbuh, seperti sayur mayur; sawi, bayem, atau kangkung.

Peluang bisnis di tengah pandemi

Trend baru dalam berkebun ini menjadi peluang toko-toko bibit tanaman, seperti yang ada di Jl. Magelang, Yogyakarta. Setiap hari tidak pernah sepi dari pembeli. Sebagai contoh, yaitu Toko Tani Maju. Toko ini memanfaatkan peluang bisnis dengan menyediakan aneka bibit, pupuk, media tanam dan segala sarana prasarana berkebun.

Harganya pun bervariasi, mulai bibit eceran seharga Rp2.500,00 per kantong plastik, sampai kemasan bersegel dengan harga puluhan ribu. Satu lagi toko tanaman hidup di Jl. Kabupaten Magelang kini semakin semarak dagangannya. Media tanamnya khusus diproduksi sendiri yang dibanderol Rp15.000,00 per karung plastik besar.

Komunitas berkebun yang produktif

Mudahnya mendapatkan bibit dan media tanam menjadikan penggiat berkebun dari rumah semakin banyak. Bahkan di media sosial seperti Facebook, muncul komunitas berkebun. Ada salah satu komunitas di Facebook, yaitu “Berkebun From Home”. Anggotanya bahkan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari para remaja putri, ibu rumah tangga, wanita karier, hingga kaum pria.

Bertanam sayuran dari rumah.
Sumber foto : dok. Nunuk Parwati

Pengagas dari komunitas ini adalah Mbak Maria Wongsonegoro, seorang wanita karier yang tinggal di Jakarta. Kesenangannya terhadap kegiatan berkebun membuat ia tergerak untuk membuat grup komunitas pecinta berkebun. Saat ini anggota grup komunitas berasal dari berbagai daerah di Indonesia, WNI di Amerika Serikat, serta di Brunei.

Biasanya mereka saling berbagi informasi tentang memilih bibit tanaman dan cara merawat tanaman agar tumbuh sehat dan subur. Berkebun dapat menjadi kegiatan selama pandemi sekaligus menambah sahabat. Selain itu juga mendapat pengetahuan baru tentang melestarikan lingkungan dengan sederhana.

Ada beberapa tips berkebun bagi pemula yang kami kutip dari artikel CNNIndonesia.com.

1. Pilih tanaman yang disukai

Mulailah dengan menanam tanaman yang Liners sukai. Liners dapat menanam buah favorit, sayur yang disukai seluruh anggota keluarga, atau bunga yang harum. Liners juga bisa menanam tanaman yang pasti dibutuhkan oleh keluarga, misalnya cabai atau tomat. Bisa pula memulai dengan tanaman yang mudah ditanam dan dirawat seperti bayam dan kaktus. Setelah itu, siapkan bibit tanaman tersebut untuk ditanam di rumah. Bibit bisa didapatkan di penjual tanaman langsung dan secara online. Liners juga bisa memanfaatkan biji buah atau tanaman yang ada di dapur untuk dipindahkan ke media tanam. Misalnya biji tomat, biji cabai, dan biji stroberi bisa langsung ditanam ke media tanam.

2. Area dengan cahaya matahari yang cukup

Setelah memilih bibit, pilihlah lokasi yang tepat untuk menumbuhkan tanaman. Salah satu pertimbangan penting untuk menumbuhkan tanaman adalah cahaya matahari yang cukup. Pilihlah area yang memiliki cahaya matahari yang cukup. Sayuran rata-rata membutuhkan cahaya matahari sekitar enam jam per hari.

“Cahaya matahari yang lebih bagus ada di pagi hari. Jadi, jika rumah menghadap ke timur bisa tanam di depan. Jika kebalikannya bisa menanam belakang,” kata Winartania. Memanfaatkan atap rumah atau rooftop juga bisa dilakukan untuk berkebun dan mendapatkan cahaya matahari yang optimal. Liners juga bisa menanam tanaman yang diletakkan di dekat jendela atau di pagar.

3. Persiapkan media tanam

Setelah menyiapkan bibit, persiapkan pula media tanam untuk menumbuhkan tanaman tersebut. Media tanam atau media tumbuh yang paling umum adalah tanah. Sebagian tanaman juga bisa tumbuh di air atau dikenal dengan hidroponik. Gunakan tanah yang bernutrisi tinggi atau yang sudah digemburkan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

4. Instalasi vertikal

Pada area yang sempit atau tidak memiliki pekarangan, Liners bisa menggunakan instalasi vertikal untuk berkebun. Instalasi vertikal memungkinkan tanaman ditanam dari atas ke bawah. Instalasi vertikal dapat dibuat sendiri atau memanfaatkan dinding.

Baca juga: Kreasi Batik Motif Corona Asal Solo yang Sarat Makna

5. Kompos

Tanaman membutuhkan media tanam yang bernutrisi tinggi. Tambahkan media tanam dengan kompos atau sekam. Kompos bisa dibeli atau dibuat sendiri dari sisa sampah organik dapur. Setelah menanam, rutinlah untuk merawat dengan menyiram tanaman setiap hari. Saat tanaman sudah berbuah, jangan lupa untuk dipanen dan siap dikonsumsi.

(Nunuk Parwati)

Nunuk Parwati

Bosch percaya konektivitas adalah masa depan pabrik

Previous article

Menjadi Kaisar ‘Misuh’ Pertama Lewat Sayembara

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Business