Debat Capresma – Cawapresma BEM STMM Yogyakarta

ALINEA – Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta tahun 2023 tinggal menghitung hari.

Banyak rangkaian yang telah dilalui oleh para calon presiden dan wakil presiden BEM STMM Yogyakarta. Salah satu rangkaiannya adalah debat para pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa yang dilaksanakan pada Minggu, 19 Februari 2023  di Auditorium STMM Yogyakarta.

Debat Capresma dan Cawapresma kali ini mengangkat tema ‘Membangun Integritas dan Kepemimpinan Menuju BEM STMM yang Gemilang’. Dengan dipimpin moderator Della Yauma Fitrie, yang berlangsung selama kurang lebih 2 setengah jam.

Kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa yaitu Bagas Mulya Saputra dan Satria Yudhistira sebagai paslon nomor urut satu. Serta Gregorius Jeremia Marcellino dan Ayu Sekar Rini sebagai paslon nomor urut dua masing-masing telah menyiapkan statement serta visi misi mereka dalam rangkaian debat ini.

Turut hadir tiga panelis dari perwakilan UKM/HIMA yakni Ketua Korps Mahasiswa Penyiaran, Yoga Dereth Junior, Ketua UKM Rai Gedhek, Ayub Biroso Ihza Mahendre, dan Kepala Stasiun MMTC TV, Landung Widodo.

Rangkaian debat pasangan calon presiden dan wakil presiden mahasiswa ini dibagi menjadi enam segmen, di mana setiap segmen memiliki pembahasannya tersendiri dalam mengusung masalah umum yang terjadi di lingkungan Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta.

Debat antar pasangan capresma dan cawapresma berlangsung panas. Wakil Ketua KPUM STMM, Muhammad Elanda mengatakan bahwa menurutnya acara Debat Capresma dan Cawapresma tersebut berjalan lancar.

“Alhamdulillah acara debat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang kita rencanakan” tutur Elanda, Minggu (19/2).

Dia berharap pasangan calon yang terpilih nantinya dapat mengemban tugas dan merealisasikan apa yang disampaikan ketika masa kampanye.

“Siapapun paslon yang terpilih nantinya, semoga dalam mengemban tugasnya dan semoga apa yang disampaikan selama masa kampanye dan debat dapat terealisasikan. Selain itu semoga lebih sadar atau peka terhadap aspirasi ataupun keluh kesah yang disampaikan oleh mahasiswa,” jelas Elanda.

Muhammad Elanda juga mengatakan bahwa rangkaian acara setelah ini adalah PEMIRA (Pemilihan Raya) yang akan diselenggarakan pada Selasa, 28 Februari 2023.

Baca juga : Erick Thohir Resmi Menjabat Sebagai Ketua Umum PSSI

Sumber: Youtube/KPUM stmm yk

Perkenalan dan Pemaparan Visi Misi

Di segmen pertama, kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM STMM Yogyakarta memperkenalkan dirinya masing-masing, serta memaparkan visi dan misi yang mereka usung.

Dimulai oleh paslon nomor 1 yaitu Bagas Mulya Saputra dan Satria Yudhistira dengan Kabinet Rupavikara.

“Prioritas yang akan kami capai di Kabinet Rupavikara yaitu re-branding, asprisiasi, apresiasi, prestasi dan kolaborasi. Untuk mendukung kelima prioritas tersebut kami memiliki lima program kerja unggulan yaitu Katarsis (Kamu Tidak Sendiri), Kolombus (Kolaborasi Bersama Kampus), Jerihak (Jeritan Hak Mahasiswa), Rawa (Rangkul Mahasiswa), dan Matarsi (Mahasiswa Tidak Sendiri),” ujar Bagas, Minggu (19/2).

Dilanjutkan oleh paslon nomor 2 yaitu Gregorius Jeremia Marcellino dan Ayu Sekar Rini dengan kabinet Aksinergi.

“Visi kami menjadikan BEM STMM Yogyakarta sebagai katalisator aksi nyata yang sinergis, responsive, progresif dan berintegritas,” ujar Gregorius, Minggu (19/2).

“Kami memiliki misi AKSI yang merupakan akronim dari Adaptif, Kolaboratif, Solutif dan Informatif,” lanjut Ayu.

Prioritas dan Aspirasi Mahasiswa

Pada pertanyaan pertama yang diajukan membahas mengenai kriteria aspirasi yang akan menjadi prioritas dalam masa kepemimpinan kedua paslon dan aspirasi yang bertentangan dari visi misi kedua paslon kedepan dan upaya menjembatani aspirasi mahasiswa.

“Untuk prioritas aspirasi kami pertama dampak dari mahasiswa itu sendiri, untuk mengayomi mahasiswa perlu pendekatan secara personal dan kelompok untuk lebih mendekatkan diri,” jawab Jeremi.

“Kami juga menggunakan sistem koordinasi di Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta ini yaitu dengan menggunakan UKM dan HIMA sebagaimana fungsinya, sehingga sinergi setiap ormawa dapat mewakili suara mahasiswa STMM” lanjutnya.

“Prioritas aspirasi apa yang didahulukan, disini kami memiliki program kerja yang mendukung kelima prioritas yang kami jelaskan tadi, yaitu Jerihak (Jeritan Hak Mahasiswa), dimana kami akan melakukan Focus Group Disscussion, didalamnya terdapat masalah-masalah yang ada di STMM dan mencari solusi terbaiknya,” papar paslon 1.

“Dengan mengadakan FGD, perwakilan dari setiap HIMA yang membantu mahasiswa kepada BEM. Kita akan menggunakan model kolaborasi, kedua belah pihak saling mencari solusi yang win-win solution. Dengan adanya masalah ini kita akan membuat inovasi dan mendampingi setiap aspirasi yang ada di mahasiswa,” lanjutnya.

Dilanjut pertanyaan kedua yang membahas mengenai  hal apa yang perlu diperbaiki dan dikembangkan BEM di periode masing-masing paslon.

“Kami sebagai pemimpin harus bisa menilai dan menganalisa permasalahan yang ada di BEM periode sebelumnya yaitu aspirasi. Banyak aspirasi yang tersampaikan dan banyak pula yang belum tersampaikan dengan baik. Dari itu kita bisa membuat gebrakan atau diskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut, jelas paslon 1.

“Saya rasa masih banyak keresahan mahasiswa yang di mana BEM sering tidak mendengarkan aspirasi milik mereka. BEM masih memiliki nama yang kurang baik di mata mahasiswa, dan belum bisa mendengarkan aspirasi dari mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut menjadi evaluasi kami untuk menjalankan kabinet aksinergi ini,” jawab Gregorius.

Permasalah Dana Terhadap Kegiatan UKM/HIMA

“Di kabinet kami, akan ada kementerian yang menaungi sebagai fasilitator yang akan membantu menjembatani ormawa tersebut kepada lembaga. Mahasiswa selalu berpikir bahwa dana kegiatan merupakan dana dari lembaga atau POTMA, fungsi marketing ini tidak melulu minta kepada Lembaga atau POTMA, kalau gitu bisa sendiri. Dan membangun STMM ini lebih jaya,” ujar paslon 2.

“Kami tidak menyalahi UKM/HIMA untuk mencari sponsorship/dana, kami disini membantu UKM/HIMA untuk mencari sumber dana atau penyalur dana. Di sini ada program dari struktutal BEM yaitu bendahara menjadi kementerian keuangan, terdapat tim marketing keuangan yang mencari atau menyiapkan perusahaan-perusahaan yang bisa memberikan penyaluran dana kepada UKM/HIMA,” ungkap paslon 1.

Menanggapi Perubahan dan Masalah Kekerasan Seksual

Pada segmen kelima, Bapak Edy menanyakan mengenai perubahan kelembagaan dan isu pelecehan seksual.

“Tanggapan terkait perubahan kelembagaan, dan bentuk konkrit apa yang bisa disarankan untuk lembaga agar peran BEM maupun ormawa lain untuk mensupport kegiatan terhadap perubahan ini. Terkait dengan yang dikeluhkan mahasiswa mengenai perundungan dan pelecehan seksual. Kira-kira bentuk konkrit apa yang akan dilakukan kalau nanti terpilih menjadi terkait dengan adanya isu tersebut,” tanya Pak Edy.

“Kami sebagai BEM perlu mengawasi kebijakan atau regulasi yang akan berubah ketika status STMM menjadi Politeknik. Kami akan memposisikan diri sebagai mahasiswa dan akan berfokus terhadap kesejahteraan mahasiswa. Dimana kami akan mensosialisasikan apa yang menjadi kendala mahasiswa dan lembaga. Serta akan mencarikan solusi dari tanggapan yang ada, jawab Gregorius.

“Saran kami mengenai isu pelecehan seksual adalah membentuk komisi pengawasan pelecehan seksual agar nantinya bisa membantu para korban mengenai isu pelecehan seksual tersebut,” tambah Ayu.

“Di prodi animasi mengalami pengulangan mata kuliah, praktik khususnya. Seperti yang kita ketahui STMM akan berganti menjadi Politeknik dan itu merupakan menjadi vokasi. Kami sarankan jangan seperti SMK dimana kita belajar semuanya. Akan tetapi ada penjurusan materi yang diinginkan oleh mahasiswa,” jawab paslon 1.

“Dengan adanya PTK Expo kita akan mengajak STMM bergabung dengan orang-orang yang berkaitan seperti SMK Multimedia,” tambah Satria.

“Saya ingin menyampaikan kalau dari lembaga bolehlah menyiapkan psikiater. Berkaitan juga dengan pemberdayaan perlindungan perempuan dan ada kementeriannya sendiri,” jawab Satria.

 

Penulis : Elisa Shofi Farida, Aiko Putri Tanjaya

Editor : Indah Nur Shabrina


 


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *