0

ALINEA – Final PBSI Home Tournament yang diadakan Jumat (10/07/20) menghasilkan kemenangan untuk Anthony Sinisuka Ginting. Bekerja sama dengan Mola TV, pertandingan yang berlangsung di Pelatnas Cipayung ini mempertemukan Ginting dengan Shesar Hiren Rhustavito.

Anthony Sinisuka Ginting yang gesit melawan sejak awal.

Pagi hari pukul 08:30 WIB, babak semifinal mempertemukan Ginting dengan Chico Aura Dwi Wardoyo. Pada babak pertama, pertandingan langsung dilancarkan Ginting dengan gesit. Bahkan di awal pun, Ginting melancarkan beberapa smash. Ginting terus memimpin tanpa sekalipun terjadi persamaan poin.

Babak pertama ini tidak berlangsung terlalu sengit. Ginting mampu dengan baik mencapai game point pada 20 – 12. Bahkan selanjutnya, babak pertama berhasil ditutup oleh Ginting dengan cepat.

Terjadinya referee karena kondisi Ginting mendadak memburuk.

Situasi terlihat berjalan dengan baik, sampai wasit tiba-tiba mengumumkan referee. Ternyata permainan harus dihentikan sementara, lantaran Ginting mendadak mimisan. Hal ini cukup mengejutkan karena Ginting belum pernah terlihat mengalaminya. Petugas medispun segera memberikan penanganan pertama dengan menempelkan es batu pada tengkuk Ginting.

Beruntung Ginting masih bisa melanjutkan permainan di tengah kondisinya yang kurang baik. Tapi, Ginting tetap saja kewalahan. Benar saja, tiga poin awal berhasil direbut oleh Chico. Barulah perlahan Ginting menyusul ketertinggalannya menjadi 3 – 3.

Walau kewalahan dengan kondisinya, Ginting tetap mampu menekan Chico. Poinpun berbalik dipimpin Ginting menjadi 4 – 3. Lalu, terjadi perebutan poin yang cukup seru. Sebanyak empat kali, poin terus menerus kembali sama. Sampai akhirnya pada poin tujuh sama, Ginting berhasil melebar. Dimulai dari rally yang akhirnya tidak berhasil dijangkau Chico.

Babak kedua ini berlangsung lebih lambat, mengingat kondisi Ginting yang mendadak kurang baik. Beberapa kali, Ginting hanya memberikan pengembalian yang tanggung.

Akhir dari babak kedua ini tidak jauh berbeda dengan babak pertama. Setelah match poin, Ginting mampu menutup permainan dengan cepat. Menjadikan pertandingan ditutup dengan poin 21 – 12, 21 – 13.

“Saya lihat video pertandingan Chico melawan Ikhsan. Chico banyak inisiatif untuk menyerang, jadi sebisa mungkin saya meredam pergerakan dia waktu mau melakukan serangan. Dari awal saya terus menekan dan memegang kontrol permainan,” jawab Ginting saat ditanya mengenai kunci kemenangannya.

Terkait dengan mimisan yang ia alami, Ginting menjawab, “Sebetulnya sudah merasakan mimisan dari game pertama, di poin 17 atau 18. Tapi, saya pikir tanggung, sebentar lagi mau game. Jadi, saya tetap jaga fokus. Jangan sampai terganggu. Di awal game kedua, baru minta bantuan dokter, supaya saya bisa melanjutkan pertandingan lagi.”

Baca juga: Meski Lolos Piala Dunia, Timnas Indonesia U-19 Akan Turun di Ajang Piala Asia

Babak final home tournament tunggal putra, Ginting melawan Shesar Hiren Rhustavito.

Di babak final melawan Vito, Ginting terlihat kewalahan dan terus tertinggal. Hal ini bisa dikarenakan kondisinya yang masih belum stabil, ditambah dengan perlawanan keras oleh Vito. Beruntung, Ginting berhasil menyamakan poin pada 17 sama. Bahkan, Ginting berhasil berbalik unggul menjadi 18 – 17.

Pertandingan Ginting dan Vito ini termasuk cepat, karena tidak lama poin kembali sama pada 19. Walau pada game point Ginting sempat terjatuh, namun ia berhasil bangkit dan menutup babak pertama dengan poin 21 – 19.

Ginting terus menyerang dan sama-sama tidak mau kalah.

Di babak kedua, kedua pemain sama-sama “memaksa” untuk menyerang. Beberapa kali smash mereka lancarkan. Setelah tertinggal, Ginting akhirnya berhasil menyamakan poin lagi menjadi tujuh sama.

Gintingpun semakin memperlebar jarak poin sampai akhir pertandingan. Kesalahan tiga kali berturut-turut yang dilakukan Vito memberikan keuntungan bagi Ginting. Match point terjadi pada 20 – 13, dengan Vito yang sempat menambah dua poin. Tetapi, Ginting tetap berhasil menutup permainan dengan poin 21 – 19, 21 – 15. Menjadikan ia pemenang dalam PBSI Home Tournament kategori tunggal putra.

Podium akhir PBSI Home Tournament, Anthony Ginting (winner) dan Shesar Rhustavito (runner up).
Vito dan Ginting pada podium final.
(Dok. PBSI)

“Kuncinya, coba menikmati permainan. Meskipun ini home tournament, tapi saya anggap seperti turnamen resmi. Apalagi, sudah hampir empat bulan tidak ada turnamen. Dari pikiran, mental dan semuanya disiapin banget.”

Ginting mengaku bahwa ia sempat merasa terburu-buru dalam meraih poin. “Waktu ketinggalan itu, saya terburu-buru mau dapat poin. Mau menyerang, tapi pertahanan Shesar sudah siap.”

Vito yang otomatis melaju ke babak final

Lawan Ginting di babak final, yaitu Vito berhasil melaju ke babak final secara otomatis. Hal ini dikarenakan lawan mainnya di semifinal, yaitu Jonathan Christie mendadak mengalami kram otot. Tanpa memberikan perlawanan, Vitopun langsung mendapatkan tiket emas menuju final melawan Ginting.

Anthony Sinisuka Ginting dijuluki sebagai tunggal putra terbaik Indonesia. Maka, tidak salah jika kemenangan ini bisa dengan baik ia raih. Selamat atas kemenangannya, Ginting!

(Pinky)

Pinky Nur Azizah
Mahasiswi Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" jurusan Penyiaran, prodi Manajemen Produksi Siaran (Manaprodsi). Menekuni bidang menulis karena merasakannya sebagai sebuah kebutuhan dan refleksi diri, serta bidang berita online untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman. Memiliki nama pena yaitu Prince Pinky.

Pantai Kali Kencana Nusakambangan yang Memanjakan Mata Wisatawan

Previous article

Bosch percaya konektivitas adalah masa depan pabrik

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Recommended