Self-Talk, si Pembawa Banyak Energi Positif

self-talk atau berbicara sendiri
Self-talk bukanlah suatu hal yang buruk | Sumber: Mind Hacks - WonderHowTo

ALINEA – Banyaknya pekerjaan dan tugas yang menumpuk, ditambah situasi yang tidak menentu belakangan ini, tentu bisa menyebabkan kelelahan hingga stres. Liners pasti enggak mau kan terbebani terus-menerus? Kalau begitu, sudah coba self-talk?

Apa itu self-talk?

Seperti namanya, self-talk atau berbicara sendiri berarti berbicara pada diri sendiri/sendirian. Kalau menurut healthline, self-talk adalah dialog internal, di mana dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar Liners, dan bisa mengungkapkan pemikiran, kepercayaan, pertanyaan, dan ide. Cara ini ampuh loh supaya beban-beban Liners bisa berkurang!

Penulis sendiri termasuk sering melakukannya. Entah itu saat terbebani atau bahkan saat bahagia. Terkadang, ada beberapa orang yang menganggap kebiasaan ini aneh. Tapi, nyatanya enggak begitu kok.

Memang, apa saja manfaatnya?

Mengutip dari healthline, Alinea bisa menjabarkan 3 alasannya nih, kenapa self-talk sebenarnya bermanfaat!

Kepuasan hidup yang lebih besar

Ini benar banget! Semakin sering berbicara sendiri, rasanya akan semakin puas. Hal ini bisa berarti puas terhadap diri sendiri, orang lain, dan apapun itu. Enggak ada lagi deh diam seribu bahasa saat ingin meluapkan ide. Atau, merasa sakit kepala karena terlalu banyak memendam kata-kata di dalam kepala.

Liners juga bisa mengoreksi kesalahan diri sendiri dan juga memberi aspirasi melalui self-talk. Mungkin, sulit bagi Liners mengungkapkan apa kekurangan diri sendiri kepada orang lain. Maka, cara inilah solusinya. Dan, jangan remehkan self-talk! Memuji diri sendiri bisa menciptakan kepuasan tersendiri. Apalagi, jika diucapkan dengan kata-kata yang humoris.

Kesejahteraan fisik yang lebih baik

Tanpa sadar, berbicara sendirian juga bisa bikin fisik jadi lebih baik loh! Enggak percaya?

Misal, jika Liners berkata, “Keren banget ya kalau aku bisa lari 50 meter!”, maka akan lebih baik daripada mengatakan, “Ah, pasti enggak bakal bisa kalau lari 50 meter.” Secara enggak langsung, apa yang Liners ucapkan bakal terekam di otak, lalu disalurkan ke tubuh. Terlepas dari bisa atau tidaknya Liners melakukannya nanti.

Mengurangi stres dan kesulitan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, self-talk bisa membantu mengurangi stres. Bahkan, membantu mengurangi kesulitan juga.

Hal ini bisa dilakukan saat Liners merasa stres dan memikul terlalu banyak beban. Bisa dimulai dengan mengucapkan hal-hal yang menyebabkan stres. Setelah itu, luapkan segala perasaan saat itu juga. Jika memungkinkan, jangan berbisik. Gunakan volume suara normal atau lebih besar.

Tapi, perlu diingat supaya enggak berfokus dengan hal-hal negatifnya, ya! Jika hal itu sampai terjadi, bukan mengurangi, justru hanya akan menambah stres.

Self-talk vs Memuji diri sendiri

Self-talk masih sering disamakan dengan “memuji diri sendiri”. Jika sudah sering melakukannya, akan terasa bahwa self-talk sebenarnya jauh lebih mendalam dibanding memuji diri sendiri.

Dan, kadang memuji diri sendiri pun bisa berubah menjadi toxic positivity, di mana karena terlalu sering memberikan pujian positif, Liners jadi “tutup telinga” terhadap kekurangan-kekurangan diri sendiri.

Baca juga: Percakapan Penuh Kejujuran, Magis Pukul 3 Pagi

Masih ragu untuk mulai berbicara sendiri? Liners bisa mulai dengan mengucapkan hal yang membuat Liners tertawa, atau melontarkan komentar terhadap hal yang remeh-temeh. Ucapan-ucapan sesederhana itu pun bisa dikategorikan sebagai self-talk loh.

Kalau kata Martyn Lloyd Jones (Dokter Medis: 1899–1981) sih, “Apa kamu sadar bahwa ketidakbahagiaan dalam hidupmu kebanyakan karena faktanya kamu mendengarkan diri sendiri daripada berbicara pada dirimu sendiri?”

Lalu, apa lagi yang Liners ragukan untuk mulai berbicara sendiri?

(Pinky Nur Azizah)

Tags : | | | | | | |

BERITA TERKAIT