Bjorka Kubur Perhatian Publik Dari Kasus Sambo, Pengalihan Isu?

Ilustrasi Bjorka (Sumber: Twitter/@gordonhall)

ALINEA – Pemerintah belakangan ini disibukkan dengan kemunculan sosok hacker Bjorka yang berhasil membobol data milik negara.

Aksi responsif ini membuat publik merasa ada modus lain berupa pengalihan isu dari kasus pembunuhan Brigadir J oleh eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.

Akibat aksi nya yang mengancam keamanan data milik negara, pihak pemerintah mengatasi masalah ini dan mencoba untuk melacak keberadaan Bjorka dengan membentuk sebuah tim khusus (timsus).

Seperti yang diketahui, tidak hanya membocorkan data instansi pemerintahan, ia juga membagikan data pribadi dari kalangan pejabat pemerintah.

Bahkan, kabarnya ia juga berhasil membobol data rahasia milik Presiden Joko Widodo.

Kabar terbaru, pihak keamanan menyerang balik dengan menangkap pemuda Madiun berinisial MAH dan menetapkannya sebagai tersangka karena diduga ikut terlibat aksi pembobolan data.

Tim Khusus Dibentuk Guna Lacak Bjorka

Penetapan MAH sebagai tersangka oleh Jubir Divisi Humas Mabes Polri (Dok. PMJNews)
Penetapan MAH sebagai tersangka oleh Jubir Divisi Humas Mabes Polri (Dok. PMJNews)

Pembobolan data oleh Bjorka kian memanas dan meresahkan negara, hingga pihak Istana akhirnya turun tangan untuk menangani kasus ini.

Salah satu langkah yang diambil oleh Presiden Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo untuk memburu hacker Bjorka adalah dengan membentuk tim khusus atau timsus lintas lembaga negara.

Keputusan ini diambil pada saat menggelar rapat di Istana Kepresidenan pada Senin (12/9/2022) ketika peretas Bjorka dikabarkan berhasil membobol data rahasia milik presiden.

Pengalihan Isu Kasus Pembunuhan Brigadir J

Sebelum maraknya kabar terkait Bjorka, masyarakat dikejutkan oleh kasus pembunuhan Brigadir J. Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang didalangi oleh mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo berhasil kabur dari perhatian publik.

Aksi pembobolan data yang dilakukan Bjorka ini dianggap hanya sekedar pengalihan isu belaka dari kasus Sambo. Perhatian publik mulai teralihkan dengan adanya Bjorka yang terus menyerang pemerintah.

Baca Juga : Kenali Perilaku Disabilitas Intelektual Lewat Film Miracle in Cell No 7

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Syaifuddin mengungkapkan aksi peretasan ini berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi, salah satunya kasus pembunuhan Brigadir J oleh Sambo.

Ia pun kemudian menghimbau agar masyarakat sambil terus melihat tontonan aksi Bjorka dan respons negara atas aksinya, harus tetap bisa menjaga daya nalar kritis dalam mengawal proses penyelidikan Ferdy Sambo.

Selain itu, dugaan pengalihan isu dari kasus Ferdy Sambo ke kasus peretasan oleh Bjorka ini juga ramai menjadi perbincangan di kalangan warganet terutama Twitter.

“Ketika Bjorka muncul, kasusnya brigadir j pun menghilang, bingung jadinya, ” ujar salah satu warganet.

“Gara-gara kasus ini, jadi lupa kasus Sambo sampe mana,” tambah warganet lain.

“Gua rasa Bjorka ini adalah bahan pemerintah untuk mengalihkan kasus, seperti Brigadir J dan kenaikan BBM. Apakah kalian tidak sadar kalo 2 kasus ini mulai hilang?,” tanya seorang warganet.

Bantahan Bjorka Soal Tuduhan Pengalihan Isu

Bjorka sudah memberikan bantahan atas kabar yang menuding dirinya sebagai bagian dari pengalihan isu Kasus Ferdy Sambo.

Bantahan tersebut ia tuliskan di media sosial Twitter melalui akun pribadinya @bjorxanism pada 12 September lalu dengan mengatakan ia bahkan tidak mengenal Sambo.

Bahkan dirinya mengatakan bahwa ia mampu mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk mengungkap kebenaran terkait kasus Sambo.

“Tapi saya akan membantu agar @ListyoSigitP dengar desakanmu,” tulis Bjorka dengan menandai akun Twitter milik Kapolri Listyo.

Tak sampai disitu, peretas itu pun menyinggung mantan Kapolri Tito Karnavian dengan menandai akun Twitter Tito dan meminta Tito menjawab pertanyaan masyarakat terkait Kasus Sambo.

“Bagaimana kabarmu Pak @titokarnavian_? banyak orang bertanya kepada saya tentang kasus Sambo. Tapi karena Sambo orang mu, saya berharap kamu memiliki cukup waktu untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat Indonesia,” tulis nya.

Penulis : Nurul Fikri Aulia Muthiasari
Editor : Indah Nur Shabrina 

Baca juga : Top 5 Profesi yang Dibutuhkan di Metaverse


 

Tags : | |

BERITA TERKAIT

3 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *