Lifestyle

Katanya Cinta Bumi, Tapi Kenapa Masih Suka Menyakiti?

0
hari bumi! (Dok. uprint.id)

Alinea – 22 April diperingati sebagai Hari Bumi. Dari wikipedia.com, gagasan Hari Bumi Sedunia pertama kali muncul pada awal 1960, ketika sebagian elemen masyarakat di Amerika Serikat mulai menyadari pencemaran lingkungan yang semakin menyakiti bumi.

Akhirnya, tercatat menurut sejarah peringatan Hari Bumi Sedunia pertama kali pada 1970. Yups, sampai saat ini Hari Bumi Sedunia selalu diperingati tiap tahunnya.

Tapi seberapa besar sih, cinta kita untuk bumi? Apa bumi yang kita tempati sudah ramah? Hmm, apa jangan-jangan tanpa sadar kita malah membuat bumi semakin marah? Cek yuk, apa saja kebiasaan kecil kita yang menjadikan bumi lelah!

  1. Kantong plastik, kapan kamu mau baik?
kenapa aku ditinggal? (Dok.statik.tempo.co)

Yups, sudah lama masalah plastik ini menjadi polemik. Tidak bisa dipungkiri, manusia memang tak pernah terpisahkan dari benda berumur panjang ini. Seperti yang pernah diulas sebelumnya, si plastik ini tidak akan hilang ditelan bumi begitu saja, ia akan selalu dimana-dimana! Whaaaa!!

Meski di daur ulang sekalipun, kandungan racun petro polymers dalam plastik bisa menyatu ke tanah dan air. Jadi, tidak menutup kemungkinan kan jika zat bahaya itu bisa masuk ke dalam rantai makanan kita? Yhaaa gimana dong?

2. Jangan salahkan jika bumi keras, kita aja buang-buang kertas!

hempas hempas! (Dok.qureta.com)

Untuk kita yang suka banget nulis pakai buku atau kertas, pernah berfikir nggak kira-kira darimana sih si benda tipis ini berasal? Bener banget! Kertas tercipta dari pepohonan, diantaranya seperti pohon papyrus, mulberry dan pinus.

Nah, semakin sering kita menghabiskan dengan percuma, semakin sering juga kita membunuh salah satu anggota keluarga mereka. Sedih, ya? Kenapa bisa begitu? Yups, untuk memproduksi 500 lembar kertas, diperlukan satu batang pohon usia lima tahun.

Ditambah lagi, setelah proses produksi akan menghasilkan limbah yang sangat besar baik dalam bentuk cair, gas maupun padat. Agar limbah ini tidak mencemari lingkungan, maka diperlukan teknologi tinggi untuk memprosesnya. Masih mau membunuh lingkungan? paperless yuk?

3. Buat bumi tetap cantik, yuk hemat listrik!

cetik-in saklar! ( Dok. klimg.com)

Nah, salah satu kebiasaan yang sering kita abaikan, namun diam-diam bisa membunuh perlahan! Penggunaan listrik yang berlebihan, tanpa sadar membuang bahan bakar fosil yang dibutuhkan.

Selain itu, perabot elektronik yang sering kita gunakan merupakan penyumbang gas pencemar udara mencapai 40%. Banyak yang tidak tahu bahwa proses dari produksi listrik menghasilkan polusi yang merusak planet. Huhu, jahat banget ya kita ke bumi?

Nah, renungan juga buat semua, kita bisa mematikan lampu saat tidak dipakai, juga melepas gadget, laptop, atau barang elektronik lain setelah proses charger selesai. Meski terbilang sederhana, hal-hal ini memiliki efek yang besar loh buat bumi jika kita bisa menjadikannya kebiasaan.

4. Masih buang makan? Ingat ada orang lain bersaudara kelaparan

gak dimakan ayamnya mati! (Dok. tabloidbintang.com)

Pernah dengar saat kita masih kecil jika makanan tidak habis maka binatang peliharaan atau nasinya akan menangis? Hiks, ternyata ada benarnya loh. ~yha meskipun bukan nasinya yang bersedih

Kebiasaan menyisakan makanan memang dianggap biasa. Memang sih, bukan tindak kejahatan. Tapi, coba lihat dampaknya juga nggak aturan.

Tahun 2015, World Resources Institute mencatat dibalik 1,3 miliyar ton makanan yang terbuang setiap tahun diseluruh dunia, terdapat 45 triliun galon air yang juga terbuang. Dan sudah dipastikan angka tersebut bertambah tiap tahunnya! Angka itu mewakili 24 persen air yang digunakan sektor agrikultur ataubertani dan bercocok tanam yang sudah memerlukan 70 persen air bersih diseluruh dunia.

Kalau dikumpulkan banyak sekali ya makanan yang terbuang sia-sia? Dan pada kenyataannya, stop! Jangankan negara lain, di negara kita saja masih banyak orang yang harus mau bersaudara dengan kelaparan.

5. Matikan air keran, jika tak ingin berjumpa kesia-siaan

Jangan lupa matiin air keran saat gosok gigi! (Dok. okeinfo.net)

Satu lagi kebiasaan yang mungkin terbilang sangat sepele. Tapi apa Liners tau? wikipedia.com menyatakan, meski air meliputi 70% permukaan bumi namun hanya sekitar 0,003% yang benar-benar dimanfaatkan dengan baik.

Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisa yang ada, hampir semuanya tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.

So, sadarkah saat kita menghamburkan air, ada orang lain yang gagal mengolah lahan pertanian karena tanah yang terlalu kering dan air yang sangat sulit mengalir. Bahkan dibelahan lain dunia, ribuan orang harus bertemu kematian karena kehausan tanpa ketersediaan air.

Nah, diatas adalah beberapa kebiasaan kecil yang tanpa kita sadar dapat menemukan bumi dengan kerusakan. Yuk, ubah hal-hal ringan yang ternyata amat sangat membahayakan! Tetap jaga bumi ya Liners, bersama kita menjaga cinta untuk semesta! Selamat hari bumi, bumi-ku! (Lia)

Rizki Liasari

[INFOGRAFIS] Hari Bumi 2019

Previous article

Menyusuri Gua di Bawah Aliran Sungai Bawah Tanah

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Lifestyle