Travel

Menyusuri Jantung Kota Yogyakarta di Kawasan Malioboro

0
Papan nama Jalan Malioboro yang terkenal sebagai salah satu spot foto ikonik (Dok. Indonesia.Travel)

Yogyakarta – Malioboro memang terkenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Yogyakarta yang membentang dari Stasiun Tugu hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta atau yang dikenal dengan Titik Nol Kilometer. Menjadi pusat jantung perekonomian masyarakat di Yogyakarta, tak heran jika Malioboro tidak pernah sepi pengunjung dari pagi hari hingga malam hari. Nah kini Alinea akan mengajak Liners tidak hanya sekedar berbelanja barang saja, tetapi bagaimana cara menikmati suasana berjalan-jalan menyusuri jalan Malioboro, supaya dapat berkesan berwisata dikawasan ini. 

1. Mencicipi kuliner yang enak

Tempat ini menyajikan wisata kuliner paling komplit. Di sini, kamu bisa menemukan makanan apa saja yang pastinya akan susah ditemukan di kota – kota lain. Mulai dari makanan tradisional Yogyakarta seperti gudeg atau yangko, sampai makanan yang unik seperti sate kere (sate miskin) atau oseng mercon (oseng – oseng petasan). Rata rata, semua wisata kuliner Jogja ini dijual dengan harga merakyat sehingga kamu bisa makan dengan puas. Terlebih bila kamu berada di Pasar Malioboro Yogyakarta yang bernama Pasar Beringharjo. Tapi, kamu juga perlu hati hati saat milih tempat makan, ya. Karena ada beberapa tempat makan kaki lima yang harganya super mahal. Lebih baik cari tempat makan yang banyak pengunjungnya, atau pilih yang ada pilihan menu dan tertera harganya.

2. Mengabadikan moment dengan berfoto-foto

Malioboro Jogja menawarkan background unik untuk berfoto. Caranya cukup pilih spot – spot foto di sekitar tempat itu, misalnya seperti berfoto di depan tiang papan nama Malioboro, ini merupakan spot yang ikonik, atau juga bisa berfoto di Titik Nol Kilometer yang menyajikan background bangunan dengan nuansa klasiknya. Saran Alinea sih jangan berfoto di tengah jalan ya Liners! Karena hal ini akan mengganggu aktivitas transportasi yang ada di jalan Malioboro bahkan membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan.

3. Jalan-jalan dengan Becak atau Andong

Kehadiran becak dan andong ini menambah ciri khas di Jalan Malioboro. Alat transportasi yang terparkir berjejer di pinggir jalan Malioboro ini sangat memiliki nilai historis, sebelum adanya berbagai macam transportasi modern seperti sekarang ini. Jika merasa capek berjalan kaki Liners bisa menikmati Jalan Malioboro dengan menaiki transportasi becak atau andong. Dengan menaiki ini kita akan di bawa menikmati suasana transportasi tempo dulu. Jika ingin berkeliling dengan becak siapkan uang sebesar Rp. 20 ribu sampai Rp. 50 ribu ya Liners, sedangkan jika ingin naik andong per jamnya dikenakan tarif Rp. 150 ribu per paket (Tarif harga ini bisa berubah-ubah sesuai banyak dan sedikitnya konsumen).

Tidak hanya itu saja masih banyak lagi cara yang bisa dilakukan untuk menikmati wisata di Jalan Malioboro agar berkesan dan dijamin tidak akan cukup jika hanya berkunjung satu kali saja. (Huda)

Kurnia Huda

NBA: Warriors Kembali Ungguli Rockets di Semifinal Game 2

Previous article

Suarakan 6 Tuntutan Buruh, LFSY Gelar Aksi di Tugu Jogja

Next article

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *