Prosesi kirab budaya dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka menjadi pembuka rangkaian peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Kris
Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung di Istana Merdeka dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Prosesi diawali dengan persiapan pasukan dan penghormatan kepada Inspektur Upacara. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka kemudian memasuki area upacara untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera. Dengan penuh khidmat, Sang Saka Merah Putih dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta upacara mengikuti prosesi dengan tertib hingga pengibaran bendera selesai, membuat rangkaian upacara di Istana Merdeka berlangsung lancar dan penuh nuansa kebangsaan.
Setelah pembacaan teks Proklamasi, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh peserta upacara mengheningkan cipta. Momen tersebut dilakukan untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan yang telah mengorbankan jiwa dan raga bagi bangsa Indonesia. Selain mengenang jasa para pahlawan, Presiden juga mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, serta wilayah Indonesia lainnya. Suasana khidmat menyelimuti halaman Istana Merdeka ketika seluruh peserta menundukkan kepala dalam doa, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan laporan mengenai sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan masa pemerintahannya. Presiden menyebut pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satu capaian yang disoroti adalah swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target awal. Pemerintah juga menurunkan harga pupuk hingga 20 persen sekaligus meningkatkan ketersediaannya bagi petani. Di sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah mendorong pembangunan kampung nelayan dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, serta menyoroti upaya penataan BUMN serta program perlindungan sosial dan perumahan. Presiden mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan, membuktikan demokrasi Indonesia mampu menghasilkan kesejahteraan rakyat, serta menghadapi tantangan bangsa dengan keberanian.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ribuan tamu dari berbagai daerah yang datang ke Istana Kepresidenan sejak pagi hari. Para tamu mendapatkan suvenir berupa goodie bag berisi buku serta permainan tradisional seperti kelereng dan karet gelang. Peringatan kemerdekaan tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, termasuk Pesta Rakyat dan Expo UMKM di kawasan Monumen Nasional yang menghadirkan kuliner gratis dan panggung hiburan, serta atraksi terjun payung oleh 17 penerjun Kopassus yang membentangkan poster bergambar Presiden Prabowo Subianto dan membentuk formasi membawa Sang Merah Putih.

Rangkaian perayaan di Istana Merdeka kemudian dilanjutkan dengan upacara penurunan Sang Merah Putih. Upacara berlangsung khidmat yang diawali masuknya pasukan upacara, laporan komandan kepada Inspektur Upacara, hingga Paskibraka menurunkan bendera secara perlahan dan penuh kehormatan. Pembawa baki pada prosesi penurunan Sang Merah Putih dipercayakan kepada Neeltje Deliana Insjowi Werimon, Paskibraka perwakilan Provinsi Papua dan siswi SMA Negeri 8 Jayapura. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden, para pejabat negara, serta tamu undangan, menandai berakhirnya rangkaian upacara kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka dengan lancar.
Penulis : Azar Amalanisa Syafir
Riset : Irma Mulya Adnandita