Mengenang Tragedi Mako Brimob Lewat “Sayap-Sayap Patah”

ALINEA – Film Sayap-Sayap Patah sukses tampilkan kembali tragedi kerusuhan Mako Brimob 2018 dengan dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Ariel Tatum. 

Film yang telah menembus lebih dari 1 juta penonton di hari ke-10 penayangannya terinspirasi dari kisah nyata Iptu Yudi Rospuji, anggota Densus 88 yang merupakan salah satu korban kerusuhan.

Film karya Rudi Soedjarwo ini juga banyak ditonton oleh tokoh masyarakat, seperti Ganjar Pranowo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan lain-lain. 

Ganjar nobar di Paragon Mall Semarang bareng Nicholas saputra, Ariel Tatum & Nugie (Dok: Pemprov Jateng)
Ganjar nobar di Paragon Mall Semarang bareng Nicholas saputra, Ariel Tatum & Nugie (Dok: Pemprov Jateng)

Peristiwa dalam film tersebut dilatarbelakangi oleh tragedi berdarah yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada 2018 silam. Tragedi tersebut melibatkan 155 narapidana terorisme yang membobol rutan Mako Brimob dan enam anggota Densus 88.

Total ada 6 orang yang tewas dalam peristiwa tersebut, lima anggota Densus 88 dan seorang tahanan.

Kala itu, para tahanan tidak hanya melakukan aksi kerusuhan, namun juga menyandera 6 polisi yang sedang bertugas. 

Berawal dari ribut soal makanan, lalu para napi teroris membuat kerusuhan dan menuntut ingin bertemu dengan Aman Abdurrahman alias Oman. Pada waktu itu, Oman adalah seorang pemimpin ISIS di Indonesia yang saat ini telah divonis hukum mati.

Penyanderaan yang berlangsung selama 36 jam tersebut akhirnya diakhiri dengan dibebaskannya satu sandera terakhir dan para narapidana yang menyerah ke polisi.

Selain itu, penonton juga disuguhi cerita romantis Mas Aji (Nicholas Saputra) dan istrinya, Nani (Ariel Tatum) yang sedang hamil tua. Kedua tokoh menghasilkan chemistry yang apik hingga penonton dapat merasakan kekhawatiran Nani terhadap pekerjaan berbahaya suaminya.

Terdapat pula momen ketika Aji disandera oleh para napi teroris di rumah sakit. Sementara Nani tengah berjuang melahirkan anak pertama mereka. Adegan ini mendapat atensi publik karena banyak menguras air mata.

Selain unsur terorisme, film ini juga mengandung unsur kesetiaan dan mengajarkan diri untuk ikhlas atas keadaan. Nilai moralnya yaitu menyadarkan kita bahwa setiap profesi memiliki resikonya tersendiri.

“Pesannya ya kita mesti menjaga bangsa, mesti menjaga negara, dan betul-betul masih banyak kok orang yang berprofesi dan punya dedikasi yang sangat baik kepada institusi. Contohnya, mereka-mereka tadi, polisi yang punya dedikasi yang hebat. Mudah-mudahan ini bagian dari kebangkitan,” kata Ganjar.

Dari judulnya, film Sayap-Sayap Patah menggambarkan sayap yang terluka, seperti tragedi Mako Brimob 2018 yang hingga kini masih menjadi luka mendalam bagi publik.

Menarik kan, Liners? Yuk kita belajar sejarah lewat film Sayap Sayap Patah ini!

Penulis : Nurul Fikri Aulia Muthiasari
Editor : Andika Pratami

Baca juga : Mencuri Raden Saleh : Film Bertema Langka di Indonesia


 

Tags : | | |

BERITA TERKAIT

5 Responses

  1. Seru banget kak jadi paham bahwa difilm tak hanya menampilkan keasikan tersendiri namun ada perstiwa bersejarah yang patut kita kenang dan pelajari😍😍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *